Ulasan Film
Judul Film : Sweet 20
Sutradara : Odi C. Harahap
Rilis : 25 Juni 2017
Film Sweet 20,
Bukan Sekadar Roman Picisan
Oleh Daru
Pamungkas
Jika
melihat dari judul dan konsep kover pada film Sweet 20, terasa betul aroma drama
dan romantisa anak mudanya. Namun ketika kita mengalisa lebih dalam, ternyata
ada semacam ideologi yang terselip di balik tayangan manis yang diperankan para
tokoh. Lewat kemahiran bersandiwara artis senior Niniek L. Karim yang berperan
sebagai Fatmawati, nenek berusia 70 tahun yang super aktif plus protektif
terhadap anak semata wayangnya, Aditya, yang diperankan begitu casual oleh Lukman
Sardi. Film Sweet 20 menjadi begitu menyenangkan untuk dinikmasti semua
kalangan.
Di menit awal
film berlangsung, kita dibuat jengkel oleh tingkah sang nenek yang begitu
mendominasi kehidupan sang anak, padahal sudah ada Salma, istri Aditya yang
diperankan oleh Cut Mini. Ibu dua anak itu merasa kehidupannya terlalu
dikekang. Semua kebutuhan keluarga harus sesuai dengan keinginan sang nenek, ditambah
lagi kenalakan kedua anaknya, Juna dan Luna, yang diperankan oleh Kevin Julio
dan Alexa Key, membuat Salma depresi setengah mati. Hingga suatu hari, ia jatuh
sakit. Di sinilah titik dari keseluruhan konfik bermula.
Film beraliran
drama komedi romantis yang dirilis pada 25 Juni 2017 ini, memiliki Alur cerita
dan kisah romantis yang begitu memikat serta menarik penikmat film di
Indonesia. Wajar saja, setelah ditelusuri, ternyata karya garapan sutradara Ody
C. Harahap dan diproduseri oleh Chand Parwez Servia ini merupakan adaptasi dari
film Korea Selatan berjudul Miss Granny. Terlebih, banyak sekali pemuda-pemudi
Indonesia yang saat ini kecanduan budaya korea, baik fashion, musik, dan film (drama
korea). Membuat Sweet 20 begitu sangat konstektual dengan fenomena remaja saat
ini.
Fenomena remaja,
maksudnya?
Yups, seperti
dipaparkan di awal, film berdurasi 109 menit ini banyak adegan yang sarat akan
makna. Ada dua point penting terkait hal ini. Fatmawati yang merasa bersalah
atas jatuh sakitnya sang menantu, tak sengaja mendengar obrolan hangat Aditya
dan kedua anaknya (cucu Fatmawati) di ruang tengah rumah mereka. Dalam dialog
itu, Luna mencoba memperngaruhi sang ayah agar memindahkan nenek ke panti
jompo, ia menuduh penyebab sakitnya sang ibu akibat dari sikap nenek yang
selalu mengekang. Sedangkan di sisi lain, Juna menyangkalnya dengan memberikan
argumentasi logis kepada sang ayah.
“Jika ayah tega
menempatkan nenek di Panti Jompo, suatu saat ini Luna juga akan melakukan hal
yang sama terhadap ayah.”
Dalam adegan
ini, begitu jelas terasa bahwa sang sutradara ingin mengajak penonton untuk
merenungi apa yang selama ini terjadi di kehidupan sehari-hari. Banyak para
kepala rumah tangga yang tega “membuang” ibunya ke Panti Jompo. Padahal ketika
kecil, sang ibu merawatnya dengan penuh kasih sayang tanpa mengharap imbalan
sepeser pun.
Fatmawati yang
kepalang sakit hati kemudian pergi dari rumah, di pinggir jalan ia menemukan
Studio foto misterius bernama Forever Young. Kemudian ia berniat foto untuk
pemakamannya kelak. Keajaiban pun terjadi, sang fotografer misterius yang
diperankan oleh Henki Solaiman, mengubah Fatmawati menjadi 50 tahun lebih muda,
dan kembali berusia 20 tahun. Jadilah Fatmawati muda dengan kecantikan
mempesona yang diperankan oleh Tatjana Saphira.
Saat peralihan
usia ini, penonton akan agak kesulitan untuk menangkap logika cerita. Bahkan seorang
teman yang duduk di sebelah saya awalnya menyangka itu adalah flash Back,
kemudian ia terkecoh setelah si cantik Fatmawati muda mulai menyadari perubahan
usinya di kaca bus malam. Meski begitu, hal ini sukses menjadi adegan penting
yang menggerakkan cerita sehingga membuat penonton semakin menikmati. Ditambah
senangdung lagu Payung Fantasi karya Ismail Marzuki tahun 1995 dan dipopulerkan
Bing Slamet menjadi OST. Sweet 20, semakin membuat aroma romantis tahun 90-an
lebih terasa.
Meski fisiknya
berubah menjadi usia 20 tahun, namun sikap dan tingkahnya tidak. Fatmawati muda
bertingkah layaknya nenek 70 tahun, ia kemudian mengganti namanya menjadi Mieke,
diambil dari nama penyanyi idolanya, Mieke Wijaya. Mieke memiliki suara yang
sangat indah. Akhirnya, dalam sebuah acara dansa para lansia di rumah Hamzah,
Mieke menyanyikan satu lagu untuk menunjukkan bakatnya. Hamzah merupakan
sahabat baik Fatmawati, ia adalah satu-satunya orang yang tahu Fatmawati
menjadi muda dan mengganti nama menjadi Mieke.
Di sana pula,
Mieke dipertemukan dengan kedua cowok ganteng yang sama-sama memiliki talenta.
Juna dan Alan. Juna yang merupakan cucu Fatmawati yang tak sadar dengan
perubahan neneknya, saat itu tengah mencari penyanyi untuk menggantikan posisi
vocal di band. Sedangkan Alan, ia adalah sang manager di perusahaan media yang
sedang mencari penyanyi berbakat. Tokoh Alan yang diperankan oleh Morgan,
sukses memberikan warna dalam film ini. Karakternya yang cool lengkap
dengan ketampanan, membuat penonton khususnya kaum hawa teriak histeris
dibuatnya.
Singkat cerita,
Mieke bersedia bergabung bersama band Juna yang beraliran Rock N Rool. Namun
setelah masuknya Mieke, mereka berubah aliran menjadi pop klasik. Dan tak lama
kemudian, band mereka tenar. Hingga suatu waktu, mereka mengikuti audisi musik,
dan ternyata Alanlah yang menjadi jurinya. Karena Alan sudah tahu kualitas suara
Mieke, ia pun langsung meloloskannya. Dan untuk pertama kalinya mereka tampil
di acara TV.
Di satu adegan,
ketika Alan bersama Band Mieke berlibur di salah satu wahana permainan di
Jakarta, penonton akan dibuat tergelitik dengan tingkah Hamzah yang memaksakan
diri untuk naik permainan xtreme, hal ini bertujuan untuk pamer kepada Mieke.
Ya, maklumlah, ternyata diam-diam kakek tua ini rupanya dahulu jatuh cinta
dengan Fatmawati, dan saat ini ia berharap bisa menikah dengan Mieke. Dengan
usia yang tua renta, ia beberapa kali menyebut nama Tuhan saking ketakutannya,
dan akhirnya ia muntah-muntah. Setelah itu Mieke dan Alan membeli minum, sang
tukang es tidak sengaja menyenggol gelas dan jatuh di bawah kaki Mieke. Kulit
kakinya terluka, dari situ Mieke sadar jika kulitnya terluka dan darahnya
keluar, maka ia akan kembali menua.
Di tengah
kebingungan Aditya yang mencari ibunya, Mieke dan Juna sukses menjadi penyanyi
dan musisi. Ia berhasil mewujudkan mimpinya dulu sewaktu muda. Hingga di
penampilan penting selanjutnya, sebuah acara musik yang akan membawa nama band
mereka sukses di puncak karir, terjadilah insiden kecelakaan yang dialami oleh
Juna. Di rumah sakit, Mieke mendonorkan darahnya untuk sang Cucu. Ia pun
kembali seperti semula, menjadi nenek Fatmawati yang bawel dan super aktif.
Dalam adegan di
atas kita bisa memetik pelajaran bahwa bagaimana seorang Fatmawati, Nenek 70
tahun yang dahulu memutuskan nikah muda, kemudian setelah tua deberi kesempatan
kedua kembali menjadi muda untuk mewujudkan mimpi. Jelas itu hanya ada di dunia
khawalan saja. Artinya, mimipi, sebesar apa pun itu, jika kita memili semangat
dan keinginan kuat sedari muda untuk mewujudkannya, maka pasti terjadilah. Oleh
karena itu, saya sebagai penikmat film Indonesia berani mengatakan bahwa film
Sweet 20 ini, bukan sekedar roman picisan!

Komentar
Posting Komentar